Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gejala Alam Biotik dan Abiotik, Materi Lengkap!


Pada pembahasan ini akan dibahas tentang Komponen Abiotik, Komponen Biotik, Gejala Alam Abiotik, dan Gejala Alam Biotik. Materi ini merupakan materi ringkasan materi IPA . Berikut pembahasan lengkap tentang Gejala Alam Biotik dan Abiotik.





gejala alam biotik dan abiotik
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com





Gejala Alam Biotik dan Abiotik





A. Komponen Biotik





Komponen biotik meliputi faktor hidup (organisme) yang terdapat di lingkungan sebagai makhluk tunggal (individu) yang dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Berikut ini adalah komponen-komponen biotik yang diklasifikasikan berdasarkan kedudukannya.  





Komponen Biotik




 1. Produsen





Makhluk hidup yang berperan sebagai produsen adalah kelompok makhluk hidup  yang mampu melaksanakan proses fotosintesis, yakni tumbuhan yang memiliki klorofil. Dari proses tersebut dihasilkan bahan-bahan organik yang dibutuhkan makhluk hidup lainnya, sehingga makhluk hidup mengonsumsinya dapat melakukan aktivitas hidupnya dengan baik. Kemampuan tumbuhan menghasilkan bahan-bahan organik menegaskan bahwa tumbuhan berperan sebagai produsen.  





 2. Konsumen





Orgnanisme yang tidak memiliki klorofil (hewan dan manusia) tidak dapat menyediakan bahan organik yang dibutuhkannya, sehingga kebutuhan akan bahan organik hanya dapat diproleh dengan mengonsumsi produsen.  





 3. Pengurai atau Dekomposer





Pengurai adalah kelompok mikroorganisme yang berperan menguraikan sisa tubuh makhluk hidup yang mati. Beberapa mikroorganisme yang termasuk sebagai pengurai antara lain jamur dan bakteri. Jamur dan bakteri  hidupnya bergantung pada bahan-bahan organik yang terkandung dalam sisa-sisa makhluk hidup.  





B. Komponen Abiotik





Selain komponen biotik di alam juga terdapat komponen abiotik. Faktor lingkungan yang berkedudukan sebagai komponen abiotik meliputi.  





Komponen Abiotik




1. Suhu





Suhu atau temperatur sangat berpengaruh pada metabolisme makhluk hidup. Setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk kegiatan metabolisme dan penegmbangbiakan.  





2. Cahaya





Cahaya matahari merupakan sumber energi bagi seluruh makhluk hidup  untuk beraktivitas sehari-hari. Cahaya matahari digunakan oleh tumbuhan hijau untuk berfotosintesis. Pada proses fotosintesis ini akan menghasilkan gas oksisgen (O2) dab berbagai bahan makanan, baik yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, maupun vitamin.





Kemampuan tumbuhan mengubah energi matahari menjadi bahan organik ini mengakibatkan tumbuhan berkedudukan sebagai “produsen” dalam suatu ekosistem. Tetapi intensitas cahaya matahari yang terlalu tinggi juga dapat mengakibatkan kebakaran hutan dan mencairnya gunung es di kutub yang mengakibatkan permukaan air laut naik.  





3. Air





Air merupakan komponen abiotik yang sangat dibutuhkan oleh seluruh kehidupan di bumi ini. Setiap sel makhluk hidup mengandung protoplasma dan di dalam protoplasma terdapat kandungan air yang cukup tinggi, yaitu setiap sel diperkirakan memiliki 80%-90% kandungan air dan 10%-20% nya adlaah mineral.





Hal-hal penting pada air yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup adalah suhu air, kadar mineral air, salinitas dan kedalaman air.   Dapat disimpulkan bahwa air merupakan komponen abiotik yang sangat dibuutuhkan oleh seluruh kehidupan di bumi ini. Walaupun komponen abiotik ini dapat mengakibatkan bencana dalam bentuk banjir, tsunami, dan sebagainya.  





4. Tanah





Tanah adalah bagian dari bumi, sebagai tempat mkhluk hidup melakukan aktivitasnya. Hal penting pada tanah yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup adalah suhu tanah, kadar mineral tanah, sifat fisik tanah, kadar air tanah, dan topografi tanah.  





5. pH





Aktivtas sel makhluk hidup bergantung pada situasi pH, enzim, dan nutrisi. Misalnya ketika seseorang mengalami sakit, komponen abiotik dalam tubuh akan mengalami perubahan. timbulnya gejala seperti mual, peningkatan suhu tubuh, lesu serta hilangnya nafsu makan. Sebenarnya semua gejala tersebut diakibatkan oleh perubahan asam (pH) dalam tubuh, sehingga keasamannya menjadi netral.   Aktivitas tubuh yang terencana akan dapat menjamin terlaksananya proses kegiatan fisiologis secara baik. Hal ini hanya berlangsung apabila semua komponen abiotik maupun komponen biotik ada dalam keadaan seimbang atau selaras.  





6. Udara





Udara membentuk atmosfer. Udara atmosfer mengandung gas-gas yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk melakukan aktivitas hidupnya. Udara atmosfer terdiri dari Nitrogen  (78%), Oksigen (21%), Karbon dioksida (0,03%), dan gas-gas lainnya.





Jadi gas Nitrogen merupakan komponen terbesar yang terkandung dalam udara di atmosfer bumi.  





a. Nitrogen Nitrogen adalah bahan dasar pembentuk asam amino atau protein. Protein sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk melakukan reproduksi sel atau perbanyakan.Tidak semua mkhluk hidup dapat mengikat Nitrogen secara langsung dari udara. Semua dibantu oleh adanya golongan bakteri yang dapat mengikat nitrogen secara langsung dari udara bebas misalnya bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan tanaman kedelai atau polong-polongan.  





b. Oksigen dan Karbon dioksidaOksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Pada umumnya oksigen digunakan untuk melakukan metabolisme yaitu bernapas (kecuali pada organisme anaerob obligat).





Karbon dioksida sangat berguna bagi tumbuhan terutama dalam pelaksanaan fotosintesis. Karbon dioksida yang di hasilkan dari proses respirasi oleh makhluk hidup (tumbuhan, hewan, dan manusia) akan digunakan tumbuhan sebagai bahan baku pembentukan karbohidrat.





C. Gejala Alam  Biotik





Gejala alam biotik merupakan suatu keadaan lingkungan di sekitar kita yang di tunjukkan oleh keadaan makhluk hidup.
Contoh:





1. Tertutupnya kolam oleh pertumbuhan ganggang yang menyebabkan warna air kolam yang tadinya jernih menjadi warna hijau.





2. Timbulnya bercak-bercak hitam pada roti setelah beberapa hari dibiarkan pada tempat yang lembab. Bercak-bercak tersebut merupakan jamur yang tumbuh pada permukaan roti.





D. Gejala Alam Abiotik





Gejala alam abiotik, yaitu suatu keadaan lingkungan di sekitar kita yang di tunjukkan oleh keadaan benda tak hidup. Seperti halnya gejala alam biotik, gejala alam abiotik juga banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.





Pada musim kemarau, kita sering mendengar berita di televisi, radio, surat kabar, atau media-media lainnya tentang terjadinya kebakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia, misalnya Kalimantan dan Sumatra. Salah satu zat yang di hasilkan dalam peristiwa kebakaran hutan adalah asap, asap merupakan salah satu komponen atau objek abiotik.